<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>anwars blog &#187; Ketuban Pecah Dini</title>
	<atom:link href="http://www.khoirulanwar.com/tag/ketuban-pecah-dini/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.khoirulanwar.com</link>
	<description>belajar mendengar dan menulis</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Aug 2010 06:37:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Waspadai Gangguan yang Terjadi pada Wanita Hamil</title>
		<link>http://www.khoirulanwar.com/healthy/waspada-terhadap-gangguan-yang-terjadi-pada-wanita-hamil.html</link>
		<comments>http://www.khoirulanwar.com/healthy/waspada-terhadap-gangguan-yang-terjadi-pada-wanita-hamil.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Feb 2009 02:29:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[healthy]]></category>
		<category><![CDATA[Ketuban Pecah Dini]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita Hamil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.khoirulanwar.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Banyak gangguan ..yang bisa terjadi pada wanita hamil, gangguan tersebut tidak hanya berakibat bagi ibu tapi juga janin yang di kandungnya. Sangat bijak bagi ibu yang mengandung mewaspadai lebih awal agar tidak terjadi kondisi yang lebih buruk pada kehamilannya. Satu periode yang di tunggu tunggu bagi pasangan baru adalah kehamilan dan menanti lahirnya sang buah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-8" title="fase perkembangan janin" src="http://www.khoirulanwar.com/wp-content/uploads/2009/02/images.jpg" alt="fase perkembangan janin" width="113" height="123" />Banyak gangguan ..yang bisa terjadi pada wanita hamil, gangguan tersebut tidak hanya berakibat bagi ibu tapi juga janin yang di kandungnya. Sangat bijak bagi ibu yang mengandung mewaspadai lebih awal agar tidak terjadi kondisi yang lebih buruk pada kehamilannya.</p>
<p>Satu periode yang di tunggu tunggu bagi pasangan baru adalah kehamilan dan menanti lahirnya sang buah hati, buah cinta kasih. Semua ibu yang normal pasti menginginkan hal itu terjadi pada dirinya, tentunya kehamilan yang sehat dan normal.<br />
Bagaimana jika terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan…..???<span id="more-6"></span></p>
<p>Ibu hamil harus sadar, bahwa semua itu atas kehendaknya, kapan saja bisa terjadi selama masa kehamilan ( hamil muda, atau hamil tua / menjelang persalinan ) baik gangguan ringan, sedang maupun yang berat.</p>
<p>Setiap kesulitan pasti ada kemudahan bagi mereka yang sabar, berusaha dan bertawakkal. Setiap gangguan pada masa kehamilan bisa di atasi, bahkan bisa di cegah, dan sedikit diantaranya yang butuh pertolongan/ tindakan para ahlinya.</p>
<p>Berikut adalah sebagian contoh gangguan yang bisa terjadi pada kehamilan yang Saya rangkum dari beberapa sumber / literatur  dan sebagian sudah pernah saya alami. Moga anda bisa mengambil manfaat dari pengalaman saya.</p>
<p><strong>1. ANEMIA</strong></p>
<p>Ditandai dengan keadaan  pucat pada wajah, telapak tangan dan kelopak mata,<br />
lekas lelah, lemah, letih lesuh.  Ini terjadi karena ibu     kekurangan unsur darah  (haemoglobin ) pada sel darah merahnya. Pada kondisi hamil, anemia terjadi karena kekurangan zat besi.<br />
Pada kondisi yang berat bisa mengganggu jantung sang ibu yang di tandai dengan  jantung berdebar debar, sedangkan efek ke janin yaitu berkurangnya pasokan oksigen. Anemia oleh karena kekurangan zat besi bisa di atasi dengan pemberian tablet zat besi ( sulfas ferosus ).<br />
a.   Patofisiologi anemia pada kehamilan.<br />
Perubahan hematologi sehubungan dengan kehamilan adalah oleh karena perubahan sirkulasi yang makin meningkat terhadap plasenta dari pertumbuhan payudara. Volume plasma meningkat 45-65% dimulai pada trimester ke II kehamilan, dan maksimum terjadi pada bulan ke 9 dan meningkatnya sekitar 1000 ml, menurun sedikit menjelang aterem serta kembali normal 3 bulan setelah partus. Stimulasi yang meningkatkan volume plasma seperti laktogen plasenta, yang menyebabkan peningkatan sekresi aldesteron.<br />
b.Etiologi<br />
Etiologi anemia defisiensi besi pada kehamilan, yaitu :<br />
a.  Hipervolemia, menyebabkan terjadinya pengenceran darah.<br />
b.      Pertambahan darah tidak sebanding dengan pertambahan plasma.<br />
c.       Kurangnya zat besi dalam makanan.<br />
d.      Kebutuhan zat besi meningkat.<br />
e.       Gangguan pencernaan dan absorbsi.<br />
c.  Gejala klinis<br />
Wintrobe mengemukakan bahwa manifestasi klinis dari anemia defisiensi besi sangat bervariasi, bisa hampir tanpa gejala, bisa juga gejala-gejala penyakit dasarnya yang menonjol, ataupun bisa ditemukan gejala anemia bersama-sama dengan gejala penyakit dasarnya. Gejala-gejala dapat berupa kepala pusing, palpitasi, berkunang-kunang, perubahan jaringan epitel kuku, gangguan sistem neurumuskular, lesu, lemah, lelah, disphagia dan pembesaran kelenjar limpa. Pada umumnya sudah disepakati bahwa bila kadar hemoglobin &lt; 7 gr/dl maka gejala-gejala dan tanda-tanda anemia akan jelas.4Nilai ambang batas yang digunakan untuk menentukan status anemia ibu hamil, didasarkan pada criteria WHO tahun 1972 yang ditetapkan dalam 3 kategori, yaitu normal (≥11 gr/dl), anemia ringan (8-11 g/dl), dan anemia berat (kurang dari 8 g/dl). Berdasarkan hasil pemeriksaan darah ternyata rata-rata kadar hemoglobin ibu hamil adalah sebesar 11.28 mg/dl, kadar hemoglobin terendah 7.63 mg/dl dan tertinggi 14.00 mg/dl.3<br />
d.    Dampak anemia defisiensi zat besi pada ibu hamil<br />
Anemia pada ibu hamil bukan tanpa risiko. Menurut penelitian, tingginya angka kematian ibu berkaitan erat dengan anemia. Anemia juga menyebabkan rendahnya kemampuan jasmani karena sel-sel tubuh tidak cukup mendapat pasokan oksigen. Pada wanita hamil, anemia meningkatkan frekuensi komplikasi pada kehamilan dan persalinan. Risiko kematian maternal, angka prematuritas, berat badan bayi lahir rendah, dan angka kematian perinatal meningkat. Di samping itu, perdarahan antepartum dan postpartum lebih sering dijumpai pada wanita yang anemis dan lebih sering berakibat fatal, sebab wanita yang anemis tidak dapat mentolerir kehilangan darah.  Soeprono menyebutkan bahwa dampak anemia pada kehamilan bervariasi dari keluhan yang sangat ringan hingga terjadinya gangguan kelangsungan kehamilan abortus, partus imatur/prematur), gangguan proses persalinan (inertia, atonia, partus lama, perdarahan atonis), gangguan pada masa nifas (subinvolusi rahim, daya tahan terhadap infek¬si dan stress kurang, produksi ASI rendah), dan gangguan pada janin (abortus, dismaturitas, mikrosomi, BBLR, kematian peri¬natal, dan lain-lain).</p>
<p><strong> 2. KENAIKAN BERAT BADAN</strong></p>
<p>Kenaikan berat badan yang normal  pada wanita hamil adalah 1 kg / bulan sampai usia kehamilan 20 minggu, kenaikan 2 kg/ bulan setelah usia kehamilan 20 minggu. Jadi batas toleransi sampai usia 9 bulan adalah  kurang lebih 12-14 kg  pada posisi ibu pada saat start hamil BB nya  45-65 kg.<br />
Oleh karena itu waspada  terhadap ibu yang kenaikan BB nya lebih dari 1 kg/ minggu di usia kehamilan awal sampai 20 minggu, apalagi di sertai kaki bengkak, tekanan darah tinggi, mata berkunang kunang. karena masuk tanda tanda pre eklamsia.</p>
<p>SAAT hamil setiap wanita mengalami kenaikan berat badan. Namun perlu diingat, pertambahan bobot jangan lebih dari 18 kg. Apa pasal?</p>
<p>Jika Anda tengah hamil saat ini, segeralah menimbang berat badan. Apakah masih dalam batas normal? Sejatinya tak ada patokan baku perihal seberapa kenaikan bobot ibu semasa hamil. Dengan kata lain, setiap ibu hamil (bumil) dapat mengalami kenaikan berbeda-beda.</p>
<p>Akan tetapi, hasil penelitian terbaru di Amerika menganjurkan agar bumil memantau kenaikan berat badannya supaya tidak lebih dari 18 kilogram. Pasalnya, jika lebih dari itu, dia berisiko dua kali lipat melahirkan bayi besar. Adapun yang dimaksud dengan bayi besar menurut Asosiasi Kebidanan dan Kandungan Amerika adalah bayi dengan berat 4 kilogram atau lebih. Sedangkan WHO menyebutkan, rata-rata berat badan bayi sehat dan normal saat dilahirkan adalah 3,2 kilogram.</p>
<p>Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Kebidanan dan Kandungan tersebut, peneliti melibatkan partisipan lebih dari 40.000 wanita Amerika dan bayinya. Setelah dianalisis, diperoleh data bahwa satu dari lima wanita mengalami peningkatan bobot berlebih semasa hamil, yang membuatnya berisiko dua kali lipat melahirkan bayi besar.</p>
<p>Kasus diabetes gestasional (diabetes yang disebabkan kehamilan) juga kerap menjadi penyebab bayi terlahir dengan berat badan berlebih. Namun, fakta lain dalam penelitian ini mengungkap bahwa bumil yang mengalami peningkatan lebih dari 18 kilogram tetap berpotensi melahirkan bayi besar sekalipun dia tidak mengidap diabetes gestasional.</p>
<p>&#8220;Mengingat banyaknya wanita yang mengalami kenaikan bobot lebih dari 18 kilogram saat hamil, maka anjuran untuk menghindari kegemukan semasa hamil merupakan pesan kesehatan yang penting untuk disebarluaskan,&#8221; ujar Dr Teresa Hillier, salah seorang staf peneliti dari Kaiser Permanente Center for Health Research di Portland, Oregon.</p>
<p>Hillier menegaskan, bumil yang mengalami peningkatan bobot berlebih berisiko lebih tinggi memiliki bayi besar, yang juga berarti risiko si bayi kelak tumbuh dengan masalah kelebihan berat badan ataupun obesitas. Bagi bumil, janin yang terlampau besar berisiko mempersulit proses kelahiran, seperti meningkatkan kemungkinan perobekan atau perdarahan vagina, serta kemungkinan harus melahirkan lewat operasi caesar. Sementara si janin sendiri berisiko mengalami &#8220;macet&#8221; di bahu atau patah tulang selangka saat proses kelahiran.</p>
<p>Pada penelitian tersebut, Hiller dan timnya menganalisis data rekam medis dari 41.540 wanita yang melahirkan di Washington, Oregon, dan Hawai dalam kurun waktu 1995-2003. Seluruhnya terdeteksi mengalami diabetes gestasional dan sebanyak 5,4 persen di antaranya ditangani melalui program diet, olahraga, dan bila perlu diberikan insulin untuk mengontrol kadar gula darah.</p>
<p>Secara keseluruhan, sebanyak 20 persen bumil yang berat badannya naik lebih dari 18 kilogram melahirkan bayi besar. Sementara bumil dengan peningkatan bobot badan normal yang melahirkan bayi besar jumlahnya hanya kurang dari 12 persen.</p>
<p>Kelompok paling berisiko tinggi adalah bumil yang mengalami peningkatan berat badan lebih dari 18 kg sekaligus mengidap diabetes gestasional, yang mana hampir 30 persen dari kelompok ini melahirkan bayi besar. Sementara bumil berbobot normal sekaligus diabetes yang melahirkan bayi besar jumlahnya hanya berkisar 13,5 persen.</p>
<p>Peneliti mengungkapkan, temuan ini menganjurkan wanita harus menghindari peningkatan bobot berlebih selama hamil dan bumil yang didiagnosis mengalami diabetes gestasional, juga harus berupaya menjaga peningkatan berat badan tidak lebih dari 18 kilogram.</p>
<p>Kasus naiknya bobot badan selama kehamilan memang terus meningkat selama dua dekade terakhir, dan peneliti menduga hal tersebut kemungkinan terkait epidemi obesitas yang terjadi sejak masa kanak-kanak.</p>
<p><strong>3. MUAL MUNTAH</strong></p>
<p>Mual muntah yang terjadi pada trimester pertama kehamilan masih bisa di toleransi/ normal, tapi perlu di lihat frekwensi muntahnya. Kalau lebih dari 7 kali dg volume banyak / hari ( hiper emesis ) ini akan menganggu kondisi ibu, ibu jadi lemah, keadan ini tidak boleh di biarkan, perlu perawatan / pengawasan yang serius di rumah sakit.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-9" title="nutrisi-1" src="http://www.khoirulanwar.com/wp-content/uploads/2009/02/nutrisi-1.jpg" alt="nutrisi-1" width="101" height="111" />Oleh sebab itu kebutuhan makan ibu hamil harus di perhatikan, karena kebutuhan bagi ibu hamil lebih banyak daripada yang tidak hamil. berikut panduan untuk ibu hamil pada tahap tahap yang menentukan.</p>
<p>Kegunaan makanan tersebut adalah :<br />
1.Untuk perumbuhan janin yang ada dalam kandungan.<br />
2.Untuk mempertahankan kesehatan dan kekuatan badan ibu sendiri.<br />
3.Agar supaya luka-luka persalinan lekas sembuh dalam nifas.<br />
4.Guna mengadakan cadangan untuk masa laktasi<br />
Caranya :<br />
1.Ibu harus makan teratur tiga kali sehari.<br />
2.Hidangan harus tersusun dari bahan makanan bergizi yang terdiri : makanan pokok, lauk pauk, sayuran dan buah-buahan dan diusahan minum susu 1 gelas setiap hari.<br />
3.Pergunakan aneka ragam makanan yang ada.<br />
4.Pilihlah, belilah, berbagai macam bahan makanan yang segar.<br />
Berapa banyak makanan yang dibutuhkan<br />
Bila kondisi badan si ibu tidak terganggu maka jumlah atau besar makanan yang dapat dimakan ialah seperti tercantum pada lampiran. Namun bila terjadi gangguan masa kehamilan maka dapat diatur sebagai berikut :</p>
<p>1. Pada Trisemester I :<br />
Pada umur kehamilan 1-3 bulan kemungkinan terjadi penurunan berat badan. Hal ini disebabkan adanya gangguan pusing, mual bahkan muntah. Untuk itu dianjurkan porsi makanan kecil tetapi sering. Bentuk makanan kering atau tidak berkuah.</p>
<p>2. Pada Trisemester II :<br />
Nafsu makan ibu membaik, makan makanan yang diberikan : 3 x sehari ditambah 1 x makanan selingan. Hidangan lauk pauk hewani seperti : telur, ikan, daging, teri, hati sangat baik dan bermanfaat untuk menghindari kurang darah.</p>
<p>3. Pada Trisemester III :<br />
- Makanan harus disesuaikan dengan keadaan badan ibu.<br />
- Bila ibu hamil mempunyai berat badan kelebihan, maka makanan pokok dan tepung-tepungan dikurangi, dan memperbanyak sayur-sayuran dan buah-buahan segar untuk menghindari sembelit. Bila terjadi keracunan kehamilan/uedem (bengkak-bengkak pada kaki) maka janganlah menambah garam dapur dalam masakan sehari-hari.</p>
<p>Berapa yang anda butuhkan setiap hari ?<br />
Nama Bahan    Berat<br />
Gram    Ukuran Rumah Tangga<br />
Beras    300    4 gelas nasi<br />
Daging    75    3 potong sedang<br />
Tempe    75    3 potong kecil<br />
Sayuran    300    3 gelas<br />
Buah    200    2 potong<br />
Susu    200    1 gelas<br />
Gula    10    1 sendok makan<br />
Minyak    25    5 sendok makan<br />
Selingan    2 X<br />
Nilai gizi<br />
-Kalori    :    2500<br />
-Lemak    :    82<br />
-Protein:    85<br />
-H.A.    :    414</p>
<p>Pembagian makanan sehari :<br />
Waktu    Jenis Makanan    Jumlah (gr)    Ukuran<br />
Pagi    -  Nasi    200    1¼ gls<br />
-  Daging    50    1 ptg<br />
-  Telur    25    ½ btr<br />
-  Tempe    -<br />
-  Sayuran    50    ½ gls<br />
-  Minyak    10    1 sdm<br />
-  Gula    10    1 sdm<br />
10.00    -  Susu    200    1 gls<br />
-  Gula    10    1 gls<br />
Siang    -  Nasi    250    1¾ gls<br />
-  Daging    50    1 ptg<br />
-  Telur    50    1 btr<br />
-  Tempe    50    1 ptg<br />
-  Sayuran    75    ¾ gls<br />
-  Minyak    15    1½ sdm<br />
-  Buah    100    1 bh<br />
16.00    -  Kacang Hijau    25    2 sdm<br />
-  Gula    15    1½ sdm<br />
Sore    -  Nasi    250    1¾ gls<br />
-  Daging    50    1 ptg<br />
-  Telur    25    ½ btr<br />
-  Tempe    50    1 ptg<br />
-  Sayuran    75    ¾ gls<br />
-  Minyak    10    1 sdm<br />
-  Buah    100    1 bh</p>
<p>Contoh Menu<br />
Pagi<br />
- Susu manis<br />
- Nasi<br />
- Telur ceplok<br />
- Kering tempe<br />
- Tumis kacang panjang</p>
<p>Jam: 10.00<br />
- Bubur kacang ijo</p>
<p>Siang<br />
- Nasi<br />
- Ikan goreng<br />
- Botok tempe, kemangi, melandingan<br />
- Sayur asam<br />
- Pepaya</p>
<p>Jam : 16.00<br />
- Kolak labu kuning + pisang</p>
<p>Malam<br />
- Nasi<br />
- Smoor daging + tahu<br />
- Orak-arik wortel + kool<br />
- Pisang</p>
<p><img class="alignright size-full wp-image-10" title="nutrisi ibu hamil" src="http://www.khoirulanwar.com/wp-content/uploads/2009/02/nutrisi.jpg" alt="nutrisi ibu hamil" width="133" height="88" /></p>
<p>Pesan- pesan penting bagi ibu hamil<br />
1.Ibu hamil harus makan dan minum lebih banyak dari pada saat tidak hamil.<br />
2.Untuk mencegah kurang darah selama hamil ibu harus banyak makan makanan sumber zat besi, seperti sayuran hijau tua, tempe, tahu, kacang hijau, kacang merah dan kacang-kacangan lainnya, telur, ikan, dan daging.<br />
3.Jangan lupa minum tablet tambah darah 1 butir setiap hari.<br />
4.Untuk mencegah gigi rontok dan tulang rapuh, ibu hamil harus banyak makan-makanan sumber zat kapur, seperti : kacang-kacangan, telur, ikan teri/ikan kecil yang dimakan bersama tulangnya, sayuran daun hijau.<br />
5.Kenalilah gejala kurang darah (Anemia) selama kehamilan, yaitu : pucat, pusing, lemah dan penglihatan berkunang-kunang.<br />
6.Selama hamil makanlah beraneka ragam makanan dalam jumlah yang cukup.<br />
7.Bila nafsu makan ibu kurang, makanlah makanan yang segar-segar, seperti : buah-buahan, sari buah, sayur bening, dsb.<br />
8.Hindari pantangan terhadap makanan, karena akan merugikan kesehatan ibu.<br />
9.Hindari merokok dan minum-minuman keras karena akan membahayakan keselamatan ibu dan janin.<br />
10.Jangan lupa memeriksakan diri kepada bidan atau Puskesmas secara teratur, agar ibu dan kandungannya tetap sehat.</p>
<p><strong>4. SERING BERDEBAR, SESAK, MUDAH LELAH</strong></p>
<p><strong> </strong>Waspadalah jika keluhan tersebut berlangsung terus-menerus, dan kian hari kian bertambah berat. Jika tadinya keluhan itu muncul hanya pada saat melakukan aktivitas fisik, namun sekarang tidak melakukan aktivitas fisik pun sudah berdebar dan sesak napas, kemungkinan ada gangguan jantung dalam kehamilan (vitium cordis). Ibu dengan kondisi begini memerlukan perawatan khusus di rumah sakit, dan pertolongan khusus pula sewaktu persalinan.</p>
<p><strong>5. GANGGUAN KELENJAR GONDOK</strong></p>
<p><strong> </strong>Jika kelopak mata sembab menonjol, tapi bukan sakit mata, jemari gemetar, sering berdebar-debar walau tidak habis melakukan aktivitas fisik, badan terasa lebih panas (gerah) dari biasa, dan banyak berkeringat, kemungkinan ini gejala aktivitas kelenjar gondok di batang leher berlebihan (hyperthyroid). Kelenjar gondok tidak harus membengkak seperti pada penyakit gondok endemik akibat kekurangan iodium, namun fungsi gondoknya saja yang berlebihan, sehingga menimbulkan keluhan dan gejala seperti di atas itu. Agar tidak sampai mengganggu kehamilan, maupun janin yang dikandung, gangguan kelenjar gondok pun perlu diatasi.</p>
<p><strong>6. GULA DARAH NAIK</strong></p>
<p>Ibu hamil dicurigai kencing manis jika bertubuh gemuk, berasal dari keluarga dengan riwayat kencing manis, mengeluh sering haus terus, banyak berkemih, dan merasa lapar terus. Ibu hamil dengan kencing manis akan melahirkan anak yang lebih besar dari normal. Seberapa bisa, kencing manis ibu hamil terkontrol agar tidak berpengaruh buruk terhadap anak yang dikandung. Pertolongan khusus perlu diberikan untuk bayi yang dilahirkan dari ibu yang kencing manis.</p>
<p><strong>7. INFEKSI</strong></p>
<p>Ibu hamil dengan demam tinggi dan berlangsung lebih dari 3 hari harus dipikirkan kemungkinan terjadi infeksi. Apa pun penyebab infeksinya, tidak menyehatkan bagi janin yang dikandung. Dokter perlu memeriksa kalau-kalau infeksinya berefek buruk terhadap anak.</p>
<p><strong>8. KEJANG KEJANG</strong></p>
<p>Ibu hamil dengan kejang-kejang tidak boleh dianggap enteng. Kejang-kejang sendiri bisa disebabkan oleh infeksi selaput otak (meningitis), atau pada otak sendiri (encephalitis). Namun, paling sering disebabkan oleh penyakit eclampsia seperti sudah dibahas di atas. Jangan tunda pergi ke dokter, sebab setiap kejang-kejang harus dianggap keadaan yang serius.</p>
<p><strong>9. KELUAR DARAH/ LENDIR</strong></p>
<p>Keluar darah dari liang rahim pada masa kehamilan kurang dari 28 minggu atau 7 bulan, kemungkinan terjadi keguguran. Ancaman keguguran yang masih awal dapat dibendung dengan perawatan khusus, agar janin selamat sampai cukup bulan. Namun akan gagal mempertahankan kehamilan jika perdarahan telanjur banyak dan berlebihan. Keluar darah pada kehamilan yang lebih tua, kemungkinan ada gangguan pada air-ari. Keluar darah dapat disertai rasa nyeri mulas melilit di perut bawah, bisa juga tidak. Keluarnya darah dengan rasa nyeri disertai keluarnya lendir, apalagi jika sampai keluar air ketuban (menyerupai air seni), tergolong keadaan gawat darurat kehamilan. Ibu harus segera dilarikan ke rumah sakit, mencegah seberapa mungkin dalam 24 jam kehamilan masih dapat dipertahankan. .</p>
<p><strong>10. KELUAR CAIRAN KETUBAN</strong></p>
<p>Ketuban atau bungkus bayi dalam kandungan tidak boleh pecah sebelum tiba waktunya persalinan. Jika sampai pecah, berarti cairan ketuban akan tumpah keluar dari liang rahim, dan anak yang seharusnya terlindung steril di dalamnya terancam bahaya tercemar oleh bibit penyakit dari dunia luar. Keadaan ini disebut Ketuban Pecah Dini (KPD), yakni keluar cairan menyerupai air seni tapi tak berbau pesing, sebelum merasa mulas-mulas tanda awal persalinan. Adakalanya, cairan ketuban tidak bening lagi, melainkan sudah kehijau-hijauan, tanda sudah terinfeksi kuman dari luar. Infeksi cairan ketuban mengancam janin yang terbungkus di dalamnya. Ini pun tergolong gawat darurat. Janin perlu diselamatkan agar tidak sampai menderita infeksi di dalam kandungan ibunya.</p>
<p><em> TERIMAKASIH BUAT REDAKSI  ( MOGA SEDIKIT TULISAN INI DAPAT DI MUAT DI MAJALAH BIDAN DAN BISA BERMANFAAT BUAT SESAMA ) AMIN</em></p>
<p>SALAM SEJAWAT&#8230;&#8230;&#8230;<br />
DARI SAYA,  BIDAN  NY. KURNIA HAMBALI, AMd. Keb<br />
(Puskesmas Mejayan Caruban, Madiun Jatim)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.khoirulanwar.com/healthy/waspada-terhadap-gangguan-yang-terjadi-pada-wanita-hamil.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
